Aktivität

  • Clements Morgan postete ein Update vor 4 Jahren, 4 Monaten

    SariAgri – Untuk mendukung pabrik Nestle yang di groundbreaking hari ini, Pemkab Batang menyiapkan 9 ribu hektar lahan jagung untuk kebutuhan ternak sapi perah.

    Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Heru Yuwono usai groundbreaking pabrik Nestle di Kawasan Industri Batang,  Sigayung, Kecamatan Tulis, Kamis (20/5).

    "Saat ini luas pertanian jagung 11 ribu hektare, kami targetkan 20 ribu hektare. Penambahan lahan itu merupakan konsekuensi pendirian pabrik pengolahan susu Nestle atau pabrik Bandaraya di Batang," ujarnya.

    Menurut Heru, pihaknya butuh menata produksi tanaman jagung agar kebutuhan pakan ternak lainnya tercukupi.

    "Harus ada keseimbangan jagung hibrida untuk pakan ayam. Kalau tidak diimbangi. Tetap kurang kalau tidak ditata," tuturnya.

    Salah satu komponen pakan ternak sapi perah sesuai kualitas standar Nestle adalah tanaman jagung berumur 80 hari.

    "Prediksi hitung-hitungan, kebutuhan pakan ternak ayam 60 ribu ton per tahun dan komposisinya 50 persen adalah jagung," jelasnya.

    Berita Pertanian Adapun jumlah produkai jagung kabupaten Batang mencapa 79 ribu ton. Kebutuhan akan kurang karena menurut perhitungannya, kebutuhan pakan satu sapi perah grade tinggi sekitar 40 Kilogram per hari.

    "Kami juga menyiapkan Diklat untuk mendidik peternak sapi perah," ujarnya.

    Untuk diketahui, perusahaan Nestlé Indonesia memastikan membangun pabrik barunya di Kabupaten Batang, sekaligus perluasan tiga pabriknya.

    Pabrik tersebut akan berdiri di atas tanah seluas 20 hektare, di Kawasan Industri Batang Industrial Park (BIP) yang berada di Sigayung, Kecamatan Tulis.

    Menteri Investasi/Kepala BPKM, Bahlil Lahadalia meresmikan peletakkan batu pertama.

    Nestlé Indonesia merealisasikan investasi sebesar 220 juta dolar AS atau setara Rp3,14 triliun untuk pembangunan pabrik pengolahan susu Bandaraya dan perluasan tiga pabrik tersebut.

    Hal itu sebagai kelanjutan dari komitmen investasinya sebesar 100 juta dolar AS pada 2019 lalu.

    "Khusus Nestle saya apresiasi (investasinya), bukan masalah nilainya (investasi) itu. Tapi bekerja sama dengan peternak peternak di daerah yang kemudian hasilnya menjadi bahan baku," kata Bahlil.

    Video terkait: